Tangerang, Kabarreformasi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengajak masyarakat khususnya kaum milenial agar memanfaatkan kanal-kanal resmi milik pemerintah untuk menyampaikan pengaduan, kritik, serta masukan melalui situs web atau media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat apabila mendapati pelayanan publik atau kinerja pemerintah kurang baik, hendaknya disampaikan melalui kanal-kanal resmi pemerintah. Untuk Kabupaten Tangerang cukup mengakses website lapor.tangerangkab.go.id atau buka Instagram @pemkabtangerang, lalu buka tautan di bio profil, dan klik menu pengaduan,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang, Nono Sudarno, pada acara Hari Ulang Tahun Ke-5 Info Tangerang Media Group di Summarecon Mall Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis malam (23/11).
Acara tersebut dirangkaikan dengan Roadshow Edutainment “Hanya di Tangerang”. Sebagai pilot project, kegiatan pertama “Hanya di Tangerang” Vol. 1 ini digelar talkshow dengan tema “Partisipasi Generasi Milenial dalam Pembangunan melalui Pengaduan”. Pemkab mengajak masyarakat bersinergi dalam memperbaiki layanan dan meningkatkan kualitas pembangunan melalui saran, aspirasi, dan kritik konstruktif.
Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang, Nono Sudarno, dan Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti. Dalam event ini juga diisi berbagai hiburan dan ajang kreativitas masyarakat Kabupaten Tangerang.
Misalnya, dikemas dengan edutainment yang menarik perhatian masyarakat untuk datang ke mal, kafe, atau restoran yang menjadi tempat kegiatan. Masyarakat bisa berwisata kuliner dan bertransaksi, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Tangerang.
Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Nono Sudarno mewakili Pj Bupati Tangerang Andi Ony berharap kegiatan semacam Edutainment Talkshow ini bisa berkesinambungan di tahun 2024. Dia berharap pada 2024 nanti, tidak hanya Bapenda dan Diskominfo yang berperan.
“Semua perangkat daerah ikut berpartisipasi membuat event serupa, berkolaborasi antar stakeholders, menyelenggarakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang dibalut hiburan serta ajang unjuk kreativitas (edutainment). Bekerja sama dengan anak milenial untuk menyampaikan edukasi kepada generasi milenial juga,” ungkap Nono.
Kominfo berharap masyarakat yang menyampaikan informasi dan uneg-uneg di media sosial agar mengedepankan etika dan tidak berisi umpatan kasar tanpa dasar. Hal ini penting untuk menghindari dampak dan konsekuensi hukum khususnya UU ITE.
Seperti diketahui, jejak digital yang memakai akun anonim atau telah dihapus, masih bisa ditelusuri secara teknologi. Selain itu, pengaduan yang disampaikan dari manusia kepada pemerintah melalui admin yang juga manusia, maka gunakanlah etika komunikasi
“Jangan berpikiran bahwa pengaduan disampaikan kepada robot/komputer, maka gunakanlah bahasa yang sopan dan beretika,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Indriyatno Banyumurti menyoroti istilah “no viral, no justice”. Menurut dia, istilah tersebut keliru. Tidak semua hal yang viral adalah kebenaran, terkadang berupa hoaks serta provokasi dari oknum jahat. Karenanya kita harus cakap menggunakan teknologi dan tahu kemana menyampaikan pengaduan secara tepat.
“Cukup sudah, netizen Indonesia dicap paling tidak sopan se-Asia Tenggara, mari gunakan media sosial secara bijak, laporkan pengaduan secara tepat, saring sebelum sharing, dan sabar sebelum sebar,” ungkap pria berkaca mata yang akrab disapa Om IB ini.
Om IB juga menutup dan menitipkan pesan kepada generasi milenial yang hadir untuk meningkatkan kemampuan literasi digital, bisa belajar melalui laman website literasidigital.id atau WhatsApp Chat Bot melalui nomor 08111-05-999-77. (Hjr)



