Kota Serang – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menetapkan status tanggap darurat banjir menyusul terjadinya genangan di sejumlah wilayah Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Kebijakan ini diambil sebagai langkah cepat dan terkoordinasi untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan ke lapangan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari aspek teknis, sosial, hingga layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Di Kecamatan Kasemen, banjir merendam beberapa kawasan permukiman seperti Kroya Indah dan Banten Lama. Salah satu penyebab utama genangan adalah penyempitan aliran sungai akibat bangunan ilegal yang berdiri di badan sungai, sehingga menghambat aliran air saat hujan deras. Sementara di Kecamatan Serang, genangan dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang tidak tertampung optimal oleh sistem drainase.
Merespons kondisi tersebut, OPD teknis Pemkot Serang langsung melakukan normalisasi sungai, pembersihan drainase, serta pengerukan di titik-titik rawan sumbatan. Alat berat diturunkan guna mempercepat surutnya air sekaligus mencegah terjadinya banjir susulan.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Kita tidak ingin menunggu bencana besar terjadi baru bertindak. Keselamatan ribuan warga adalah prioritas. Seluruh OPD harus siaga, bergerak cepat, dan bekerja sesuai peran masing-masing,” tegasnya.
Selain penanganan teknis, Pemkot Serang juga menyalurkan bantuan logistik, membuka dapur umum, menyediakan layanan kesehatan, serta melakukan pendampingan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Upaya ini akan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Wali Kota Serang turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, khususnya dengan tidak membangun di badan sungai serta menjaga kebersihan saluran air dan drainase.
“Pencegahan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran dan kepedulian masyarakat sangat menentukan,” tambahnya.
Sejalan dengan penanganan banjir, Pemkot Serang juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan publik, termasuk kawasan Royal Baroe sebagai salah satu ruang kota yang menjadi wajah Kota Serang. Pengelolaan sampah yang baik dan kepedulian terhadap fasilitas umum dinilai menjadi kunci menciptakan kota yang nyaman, bersih, dan tangguh terhadap bencana.
Momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Kota Serang. Pemkot Serang mengapresiasi peran insan pers sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan konstruktif kepada masyarakat, khususnya terkait isu kebencanaan dan pelestarian lingkungan.
Melalui semangat HPN, Pemkot Serang berharap kolaborasi antara pemerintah, pers, dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan Kota Serang yang bersih, aman, dan berkelanjutan.
Pemkot Serang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta selalu mengikuti arahan resmi pemerintah demi keselamatan bersama. (Adv)



