Jakarta, Kabarreformasi.com – Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta agar pengawasan terhadap instalasi listrik, terutama di organisasi padat penduduk diperketat untuk mencegah peristiwa kebakaran yang memicu korsleting.
Yuke mengatakan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus secara berkelanjutan melakukan razia dan penertiban instalasi listrik yang dipasang tidak sesuai standar maupun perangkat elektronik yang tidak ber-SNI.
“Masalah korsleting listrik sering kali menjadi penyebab utama kebakaran ,” ujarnya, Senin (3/2).
Yuke juga pentingnya ketersediaan alat pemadam kebakaran di setiap RT/RW. Selain itu, berbagai infrastruktur pemadam kebakaran harus dipastikan berfungsi dengan baik dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Penting untuk melakukan inspeksi rutin terhadap potensi risiko kebakaran di kawasan rentan,” terangnya.
Ia meminta agar pemerintah gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang penyebab kebakaran dan upaya pencegahannya.
Menurutnya, program edukasi langsung ke masyarakat seperti sosialisasi di tingkat RT/RW, simulasi evakuasi kebakaran, dan kampanye di media sosial perlu terus ditingkatkan.
“Edukasi ini harus mencakup cara menggunakan alat pemadam kebakaran sederhana, seperti APAR, dan langkah-langkah darurat yang harus diambil saat terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Yuke menegaskan, pelibatan masyarakat secara aktif melalui program berbasis komunitas akan membantu mencegah kebakaran. Ia mencontohkan, pembentukan kelompok sadar kebakaran di tingkat RT/RW yang bertugas menyatukan potensi risiko di masing-masing lingkungannya.
“Pemerintah juga dapat memberikan insentif bagi komunitas yang menunjukkan komitmen dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran, seperti diberikan atau dukungan fasilitas keselamatan,” tandasnya. (Red)



