Kota Serang, Kabarreformasi.com — Sebuah babak baru dalam dunia politik Provinsi Banten dimulai pada Kamis (12/9/2024) ketika DPRD Provinsi Banten mengumumkan pimpinan fraksi-fraksi periode 2024-2029 dalam rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banten. Tidak hanya menjadi ajang pengumuman struktur baru, rapat ini juga diwarnai dengan penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun 2025, yang menjadi salah satu landasan strategis dalam pembangunan daerah.
Sekretaris DPRD Banten, Deden Apriandhi, dalam rapat tersebut membacakan susunan pimpinan dari berbagai fraksi yang akan menjadi tulang punggung dalam pengambilan keputusan di DPRD Banten. Nama-nama tersebut termasuk sejumlah tokoh baru dan lama yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi provinsi ini.
Berikut adalah nama-nama ketua fraksi yang diumumkan:
1. Teguh Istaal (Golkar)
2. Taufik Hidayat (Gerindra)
3. Ida Roshida Lutfi (PDIP)
4. Gembong R. Sumedi (PKS)
5. Mahpudin (Demokrat)
6. M. Nur Kholis (PKB)
7. Wawan Suhada (Nasdem)
8. Ishak Shiddiq (PAN)
9. Ubaidillah (PPP/PSI).
Di tengah suasana penuh antusias, PJ Gubernur Banten Al Muktabar turut memberikan pandangan terkait Raperda APBD 2025. Dalam nota pengantarnya, Al Muktabar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan akselerasi ekonomi sebagai landasan untuk membangun Banten yang lebih maju.
“Prioritas kami pada 2025 adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemerataan pembangunan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya dengan nada optimis.
Tak hanya sebatas rutinitas politik, pengumuman fraksi-fraksi dan pembahasan APBD ini menjadi titik krusial dalam merumuskan arah pembangunan Banten di tahun mendatang. DPRD dan Pemerintah Provinsi diharapkan bisa bersinergi dalam memastikan anggaran tersebut digunakan secara tepat guna, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua DPRD Banten Sementara, Fahmi Hakim, memberikan pesan tegas kepada para pimpinan fraksi untuk mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Tugas kalian tidak mudah. Diharapkan bisa bekerja dengan profesional, dilandasi kebersamaan, dan senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat,” tegasnya.
Fahmi juga berharap fraksi-fraksi mampu menyusun pemandangan umum terkait Raperda APBD dengan baik, mencermati setiap detail anggaran agar lebih transparan dan akuntabel. “Ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin anggaran yang benar-benar pro-rakyat dan dapat menjawab tantangan yang ada di Banten,” ujarnya.
Dengan dinamika yang tercipta dalam rapat ini, masyarakat Banten berharap para wakil rakyat mampu mewujudkan janji-janji pembangunan yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. (Red)



