Banten, Kabarreformasi.com – Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak. Menurut WHO, Stroke adalah suatu keadaan Dimana ditemukan tanda- tanda klinis yang berkembang cepat berupa deficit neurologic fokal dan global yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular.
Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya Sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/jaringan.
Di Indonesia 80% Masyarakat tidak mengetahui gejala penyakit stroke. Akibatnya Masyarakat, sering terlambat membawa penderita stroke berobat ke RS. Berdasarkan SKI 2023 jenis penyakit terbesar yaitu asma, kanker secara umum, DM (Diabetes Melitus), penyakit jantung, hipertensi stroke, gangguan ginjal kronis, Berdasarkan Aplikasi Sehat IndonesiaKU Jan s.d 19 Juni 2024 penyandang gangguan stroke di Provinsi Banten sebanyak 2.197 orang.
*Gejala dan Stroke*
Gejala Stroke Sumbatan dikenal dengan singkatan SEGERA ke RS yaitu SEnyum tidak simetris, GErakan tangan dan kaki menjadi lemah, dan bicaRA menjadi pelo/sulit bicara/bicara tidak nyambung/ tidak mengerti kata-kata. Gejala lainnya yaitu KEbas/baal-baal sesisi tubuh, Rabun/gangguan penglihatan, Sempoyongan/vertigo/pusing berputar/gerakan sulit dikoordinasi, gangguan menelan, gangguan daya ingat. Gejala Segera ke RS terjadi pada satu sisi tubuh dan secara mendadak. Gejala Stroke Perdarahan adalah penurunan kesadaran, nyeri kepala hebat, kejang dan muntah tanpa didahului mual yang terjadi secara mendadak. Gejala Segera ke RS dapat juga ditemukan pada penderita stroke perdarahan. Apabila terjadi gejala-gejala tersebut di atas, penderita harus dibawa segera ke RS. Jika penderita terlambat dibawa ke RS lebih dari 3-4,5 jam, maka gejala-gejala stroke akan bertambah berat.
*Faktor Risiko yang dapat diubah*
Dan ini adalah hal faktor gejala yang bisa dapat dirubah yaitu, Hipertensi, Diabetes, Melitus, Obesitas, Dislipidemia, Fibrilasi Atrium, Stenosis arteri karotis, Hiperfibrinogenemia, Pasca Stroke, Sickle cell anemia, Hiperhomosisteinemia, Penyakit jantung lainnya, Kurang aktivitas fisik, Migrasi, Penyalahgunaan obat, Merokok dan konsumsi alkohol, Stres mental dan fisik, Pemakaian kontrasepsi hormonal.
Sedangkan Mitos Stroke tidak bisa dicegah dan Faktanya, Hampir 80% kejadian Stroke Bisa Dicegah dengan perilaku “CERDIK” dan “PATUH”.
Kesehatan secara teratur, Enyahlah asap rokok, Rajin aktivitas fisik/olahraga, Diet sehat gizi seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress.
Patuh: Periksa kesehatan secara berkala, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap diet sehat dan gizi seimbang, Upayakan beraktivitas fisik dengan aman, Hindari merokok, minum-minuman beralkohol dan zat karsinogenik.
*Gejala stroke hilang, Tidak Perlu Periksa Dokter*
Faktanya, Gejala Stroke Sementara disebut Transient Ischemic Attack (TIA). Hal itu sebagai tanda peringatan utama terhadap kejadian stroke dan perlu penanganan serius.
Mitos dan Fakta, seputar stroke seringkali mempengaruhi persepsi dan pemahaman Masyarakat, maka dari itu diperlukan pemahaman yang akurat tentang stroke penting untuk mencegah, mengidentifikasi dan mengelola kondisi ini dengan tepat. Menghilangkan mitos dengan informasi yang benar dapat membantu meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang risiko stroke dan pentingnya pencegahan. Konsultasikan dengan professional kesehatan untuk informasi lanjut tentang cara mengurangi risiko dan mengelola stroke. (ADV)



