Kota Tangerang,Kabarreformasi.com – Guna mempercepat kemandirian ekonomi mustahik dan memperkuat integritas pengelola zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar BAZNAS Strategic Development (BSD) di Asrama Haji Grand El-Hajj Cipondoh, Kota Tangerang.
Pelatihan kepemimpinan bagi seluruh pimpinan BAZNAS se-Provinsi Banten ini ditargetkan mampu menjawab tantangan Asta Stratas BAZNAS 2026–2031 melalui tata kelola zakat yang profesional dan transparan.
Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan, BSD diselenggarakan untuk melatih kepemimpinan strategis para amil zakat di daerah agar mampu mengeksekusi program-program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“BSD ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi para amil zakat dalam hal pendistribusian, pengumpulan, serta pengelolaan pengembangan kompetensi para mustahik agar lebih berdaya.
Melalui rencana aksi pascapelatihan, pimpinan BAZNAS daerah diharapkan mampu melahirkan inovasi tata kelola zakat yang profesional dan transparan guna mewujudkan posisi BAZNAS di hati umat melalui prinsip 5D (Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan).
“Provinsi Banten memiliki potensi zakat yang sangat besar, baik zakat profesi, mal, maupun pertanian. Karena itu, BAZNAS menaruh perhatian serius pada pemetaan dan pengoptimalan potensi tersebut agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Zainut.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Tangerang Aslie Elhusyairy, mengapresiasi penuh kepercayaan BAZNAS RI yang telah menunjuk Kota Tangerang sebagai tuan rumah penyelenggaraan BAZNAS Strategic Development (BSD) se-Provinsi Banten.
“Kami mengapresiasi dan menyambut baik kepercayaan BAZNAS RI yang menjadikan Kota Tangerang sebagai pusat pelaksanaan BSD Banten. Momentum ini sangat berharga bagi kami di BAZNAS Kota Tangerang untuk menyerap strategi kepemimpinan terbaru, memperkuat transparansi, serta mengakselerasi program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat agar penerima manfaat di Kota Tangerang semakin mandiri dan sejahtera,” tegas Aslie.
Melalui penyelenggaraan BAZNAS Strategic Development (BSD) ini, BAZNAS RI bersama BAZNAS daerah se-Provinsi Banten optimistis mampu melahirkan peta jalan tata kelola zakat yang semakin adaptif dan berdaya saing.(As)



