SERANG, Kabarreformasi.com – Dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Pemerintahan Daerah dapat berinovasi. Kunci kemenangan dalam satu negara/daerah dalam kompetisi global yang ditentukan kemampuan dalam berinovasi. Dari empat indicator yang disurvey Bank Dunia (1995), Inovasi memiliki pengaruh 45%, Jejaring 25%, Teknologi 20% dan Sumber daya alam hanya 10% untuk memenangkan persaingan.
Hal tersebut diutarakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten serang Dr. H. Rachmat Maulana., S.Sos., M.Si saat kegiatan Laboratorium Inovasi DRUM-UP dan Diagnose Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2024 yang diselenggarakan di Aula Tb Suwandi Puspemkab Serang 6-8 November 2024
Menurut Rachmat Maulana, tumbuh kembangnya inovasi dilingkungan pemerintah saat ini semakin kondusif dengan terbitnya kebijakan yang mendukung berkembangnya inovasi. Strategi Indonesia untuk memenangkan persaingan telah berubah dari bermodal keunguulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif. “Undang – undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah yang secara jelas tertuang dalam pasal 386 yang mengamanatkan bahwa Dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, pemerintah daerah dapat melakukan inovasi”. Jelasnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Lembaga Administrasi Negara (LAN) memandang pentingnya akselerasi pengembangan inovasi tata kelola pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah. “Akselerasi ini sangat penting dalam rangka meningkatkan kemampuan daya saing nasional secara merata,” paparnya.
Rachmat menjelaskan, tujuan dari Laboratorium Inovasi ini adalah untuk Menginspirasi pengambil kebijakan untuk mau berinovasi dan mau menggalang dukungan untuk berinovasi (drum up support), Menggali ide-ide inovasi baik yang berangkat dari permasalahan yang dihadapinya maupun untuk mewujudkan visi atau impiannya (diagnose), Merancang rencana aksi inovasi yang komprehensif (design), Melaksanakan inovasi secara focus dan konsisten (deliver) serta Menyampaikan progress dan manfaat inovasi kepada stakeholder atau lingkungannya (display).
“Untuk mewujudkan kedua dimensi (soft dan hard) yang disebutkan diatas ,maka model laboratorium inovasi dibagi ke dalam lima tahap yaitu drum-up,diagnose,design,deliver dan display,” jelasnya.
BERIKUT ADALAH TAHAP-TAHAP DALAM LABORATORIUM INOVASI
- TAHAP DRUM-UP
Tahap drum-up ini merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan laboratorium inovasi. Tingkat kemauan dan motivasi untuk berinovasi pada setiap orang dana tau organisasi sangat berbeda. Untuk itu, drum-up dibutuhkan untuk membangun kesadaran kolektif untuk berinovasi. Tanpa kesadaran kolektif,gagasan inovasi yang secara teknis bagus dan memiliki manfaat yang luas tidak akan berarti. Gagasan tersebut pada akhirnya hanya tertuang dalam rencana tanpa pernah dilaksanakan dengan baik, karena kesadaran kolektif belum muncul untuk menerapkannya secara sungguh- sungguh.
- TAHAP DIAGNOSE
Tahap diagnose perlu dimaknai sebagai proses memfasilitasi calon-calon innovator untuk memunculkan ide-ide inovasi. Pada tahap diagnose ini, terdapat dua acara yang dapat ditempuh untuk membantu champion innovation memunculkan potensi mereka dalam melahirkan ide-ide inovasi,yaitu berbasis masalah dan berbasis non-masalah.
- TAHAP DESIGN
Tahap design ini bersifat teknis, yaitu bagaimana menuangkan ide inovasi ke dalam suatu rancangan rencana aksi yang detail. Oleh karena itu, desain inovasi sangat penting karena akan mendetailkan langkah-langkah mewujudkan ide inovasi yang diperoleh.
Rencana aksi inovasi dan pemetaan stakeholder (jika dibutuhkan) juga perlu terus dikomunikasikan dengan pimpinan untuk mendapat persetujuan. Jika sudah disetujui, maka proses inovasi dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu tahap deliver atau pelaksanaan inovasi.
- TAHAP DELIVER
Tahap deliver atau tahap pelaksanaan inovasi merupakan tahap yang memiliki waktu yang cukup Panjang. Jumlah kegiatan/langkah dan lamanya waktu pelaksanaan setiap kegiatan/langkah berkontribusi terhadap jangka waktu pelaksanaan suatu inovasi. Mungkin ada inovasi yang membutuhkan waktu beberapa bulan, satu bulan, bahkan beberapa tahun.
- TAHAP DISPLAY
Tahap display ini untuk mengumumkan kepada stakeholder termasuk kepada masyarakat, seorang innovator perlu melaporkan kegiatan inovasi yang dilakukan. Kegiatan ini disebut display dan merupaka salah satu bentuk akuntabilitas innovator kepada public. Di samping itu, kegiatan display dimaksudkan sebagai ajang show off, blow your own trumpet, pengumuman kepada dunia luar bahwa anda sebagai innovator sudah berbuat sesuatu untuk kepentingan publik.
TUJUAN DISPLAY
Tujuan dari festival inovasi adalah untuk memperkenalkan, mensosialisasikan, dan mendapatkan masukan stakeholder mengenaiinovasi yang telah dilakukan sehingga ke depannya inovasi dapat dilanjutkan dan dikembangkan menjadi lebih baik. (Adv)



