Tangsel, Kabarreformasi.com – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini tengah melakukan sejumlah pembangunan guna mengatasi titik banjir di sejumlah wilayah. Pembangunan tersebut terus dikebut dengan mulai datangnya musim penghujan beberpa pekerjaan rampung pada akhir Desember 2023 mendatang.
Pengendalian banjir di Kota Tangerang Selatan melalui dinas SDABMBK Ini merupakan komitmen dan atensi dari Bapak Walikota dan Wakil Walikota selama ini, pelebaran sungai, peninggian turap sungai, pembuatan kolam retensi (Tandon), peninggian jembatan dan pembuatan Long Storage merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi titik banjir.
Pada pekerjaan pembangunan long storage atau penampung air di tiga tempat di Perumahan Ciater Permai, Serpong, Perumahan Pondok Jagung, Serpong Utara dan Enggram Gintung i segmen Purnawarman Pamulang Tangsel.
Untuk pembangunan Kolam retensi (Tandon) berada di Perumahan Puri Sentosa Kecamatan Setu, Tandon Jl. SMK di Kecamatan Pondok Aren, Kolam retensi SMPN 24 Ciputat, Tandon Bukit Nusa Indah, Tandon Kelurahan Babakan di kecamatan Setu, dan Tandon di Kelurahan Sawah Lama. sehingga total 20 tandon yang dibangun di Tangerang Selatan.
Sementara Kepala DSDABMBK Kota Tangsel, Robby Cahyadi mengatakan, dari 38 titik banjir di Tangsel yang terdeteksi, saat ini setelah program pengendalian banjir terus dilakukan, telah berkurang menjadi 8 titik. Menurutnya 8 titik banjir ini akan dituntaskan di tahun depan. ujar Robby di kantor Dinas SDABMBK, Kamis 23 November 2023.
Peninggian Turap dan jembatan juga kami lakukan guna memperlancar aliran sungai selain menambah luas penampang sungai Sehingga diharapkan, banjir atau genangan yang lama ketika hujan mengguyur tak lagi terjadi .
Ia berharap dengan adanya sejumlah pembangunan tersebut, titik rawan banjir di wilayahnya dapat berkurang. Sehingga warga pun tak perlu khawatir jika hujan sewaktu-waktu mengguyur.
Robby mengatakan upaya pengendalian banjir di Tangsel merupakan upaya berkelanjutan. kita terus mencari solusi agar wilayah Tangsel mengurangi titik banjir sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, khususnya DSDABMBK Tangsel, namun Ia menghimbau, diminta untuk turut berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan mereka dengan merawat infastruktur yang sudah dibangun.
Menurut Robby, yang menjadi persoalan dasar disuatu wilayah kenapa bisa terjadi banjir adalah pola hidup masyarakat yang tidak mementingkan dampak banjir, seperti membuang sampah dan mendirikan bangunan disepanjang garis sepadan sungai, yang jelas-jelas telah menyalahi aturan.
“Upaya pengendalian banjir ini adalah upaya kita semua, kami di DSDABMBK Tangsel bekerjasama dengan PD (Perangkat Daerah-red) dan masyarakat juga harus membantu menjaga daerahnya, karena upaya terakhir dari pengendalian banjir adalah perawatan rutin,” ungkapnya.
Robby melanjutkan, pengendalian banjir yang telah dilakukan seperti pembuatan 20 tandon penampung air hujan, pelebaran kali dan sungai, pengerukan sendimentasi kali dan sungai serta pembangunan turap selama satu tahun ini harus dijaga dan dirawat masyarakat.
Menurutnya, upaya menjaga dan merawat infrastruktur pengendalian banjir lebih penting, agar musibah bajir tidak terulang tiap tahunnya. (Rth)


