KOTA SERANG,
Kabarreformasi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus memperkuat komitmen pembangunan moral masyarakat dengan meresmikan peluncuran Serang Mengaji di Masjid Nurul Iman, Kampung Pekijing, Kecamatan Taktakan, pada Senin 2 November 2026.
Acara peluncuran program pembinaan spiritual ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi.
Menurut Budi, upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an dan mendidik anak-anak merupakan prioritas utama pemerintah daerah.
“Kewajiban menjaga, melindungi, termasuk mengajarkan warga Kota Serang, adalah untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan meningkatkan ketakwaan,” kata Budi.
Ia menegaskan bahwa tugas tersebut bukan hanya sebatas amanah sebagai Kepala Daerah, melainkan tanggung jawab batiniah sebagai seorang muslim.
Lebih lanjut, kata Budi, pemerintah memiliki kewajiban besar untuk senantiasa menjaga serta meningkatkan akhlak dan adab generasi penerus.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kerukunan dan kekompakan warga di wilayah Kampung Pekijing.
“Kota yang damai dan kondusif akan menjadikan kota yang indah, seperti Kampung Pekijing,” puji Budi.
Dijelaskan Budi, semangat gotong royong warga setempat telah terbukti mampu menciptakan lingkungan yang tertata, harmonis, dan bersahaja.
Di sela-sela dialog bersama media, Budi mengungkapkan bahwa inisiatif gerakan Serang Mengaji ini turut didorong oleh kenangan indah masa kecilnya.
Ia menceritakan pengalaman mendalam saat belajar mengaji bersama guru masa kecilnya yang sangat disiplin, mendiang Kiai Bani.
Budi mengenang kesederhanaan proses belajar di madrasah bawah cahaya lampu petromak yang gigih membentuk karakter murid-muridnya.
“Saya masih ingat cara beliau mengajar. Kalau sudah khatam, ibu saya membuatkan bekakak ayam untuk dimakan bersama teman-teman dan tetangga,” kenangnya.
Program Serang Mengaji merupakan bagian integral dari visi strategis Pemkot Serang dalam mewujudkan masyarakat madani yang religius dan berbudaya.
Melalui sinergi aktif bersama tokoh agama dan warga lingkungan, gerakan ini ditargetkan mampu menciptakan keseimbangan antara kemajuan fisik kota dengan peningkatan kualitas akhlak sumber daya manusia secara berkelanjutan.(Ir)



