SERANG,
Kabarreformasi.com – Gerakan Pemuda Islam (GPI) Provinsi Banten bersama Kapolda Banten, Irjen Pol. Hendra Kurniawan, merumuskan gagasan menghadirkan Al-Qur’an terpanjang di dunia. Inisiatif monumental ini diharapkan menjadi sarana memperkuat syiar Islam, melestarikan seni kaligrafi, sekaligus mengangkat identitas religius Provinsi Banten di tingkat nasional maupun internasional.
Gagasan tersebut dibahas pada Kamis, 29 Oktober 2026, dengan melibatkan sejumlah tokoh yang memiliki kompetensi di bidang keislaman, seni kaligrafi, dan pemikiran strategis.
Salah satu tokoh yang terlibat adalah Dewan Syuro GPI, K.H. Baequni Yasin, seorang kaligrafer Indonesia yang memiliki pengalaman luas dalam seni kaligrafi. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan, artistik, dan nilai-nilai keislaman dalam perencanaan karya tersebut.
Pengalaman K.H. Baequni Yasin menjadi salah satu unsur penting dalam merumuskan konsep, karakter visual, serta kualitas artistik Al-Qur’an yang direncanakan.
GPI Banten menilai, karya monumental ini tidak cukup hanya mengedepankan ukuran. Keindahan kaligrafi, ketepatan penulisan ayat, serta penghormatan terhadap kesucian Al-Qur’an harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pengerjaan.
Turut hadir Dewan Pakar GPI, Firman Firdaus, S.Psi., M.Si., yang diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran strategis dalam perencanaan dan pengembangan gagasan, termasuk dari aspek konseptual, kelembagaan, dan keberlanjutan program.
Ketua GPI Provinsi Banten, Fahri Fradana, S.M., menempatkan gagasan tersebut sebagai upaya membangun kolaborasi antara pemuda, ulama, kaligrafer, dan unsur kepolisian untuk menghadirkan karya monumental yang memiliki nilai spiritual, edukasi, dan kebudayaan.
Menurut GPI Banten, realisasi gagasan ini membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari ulama, kaligrafer, akademisi, pemerintah, aparat, hingga masyarakat luas. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya karya yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat edukatif dan kebudayaan serta menjadi kebanggaan bersama.
Bukan Sekadar Mengejar Rekor Dunia
Gagasan menghadirkan Al-Qur’an terpanjang di dunia tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar rekor dunia. Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat akhlak, serta menanamkan nilai persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Untuk mewujudkannya, sejumlah tahapan perlu dipersiapkan secara matang. Tahapan tersebut mencakup pematangan konsep, kajian teknis, penentuan metode pengerjaan, penghitungan kebutuhan anggaran, hingga mekanisme verifikasi ukuran dan pengakuan rekor dunia.
Ketelitian dalam penulisan ayat Al-Qur’an juga menjadi perhatian utama. Proses pengerjaan nantinya perlu disertai pemeriksaan oleh pihak yang kompeten guna memastikan ketepatan penulisan sekaligus menjaga kesucian kitab suci umat Islam.
GPI Banten berharap gagasan tersebut dapat berkembang menjadi karya monumental yang mengharumkan nama Provinsi Banten, sekaligus menjadi warisan keislaman yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
Kolaborasi antara Gerakan Pemuda Islam, unsur kepolisian, ulama, kaligrafer, dan para pemikir diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan gagasan besar yang menyatukan nilai spiritual, seni, dan semangat kebangsaan.
Sebab, kebesaran sebuah karya tidak hanya terletak pada bentuk dan ukurannya, tetapi juga pada nilai-nilai luhur yang disampaikan serta manfaat yang diwariskannya kepada umat manusia. (Ir)



