Banten,
Kabarreformasi.com – Exercise Trident Resolve (XTR) 2026 resmi digelar di wilayah Banten sebagai latihan lapangan multinasional dalam kerangka ASEAN Defence Ministers’ Meeting-Plus (ADMM-Plus), Selasa (22/9/2026).
Pembukaan latihan ditandai dengan pembacaan amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI oleh Inspektur Jenderal Kemhan RI Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte. Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., selaku Komandan Latihan, serta unsur Forkopimda Provinsi Banten.
XTR 2026 berlangsung 20–26 September 2026 dan melibatkan sekitar 2.200 personel dari 19 negara peserta ADMM-Plus bersama sejumlah unsur sipil.
Latihan ini menjadi Combined Field Training Exercise (FTX) ADMM-Plus terbesar dalam satu dekade berdasarkan jumlah partisipan.
Latihan mengintegrasikan tiga Experts’ Working Group (EWG) ADMM-Plus, yakni Cyber Security, Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), serta Military Medicine.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di tujuh lokasi di wilayah Banten hingga wilayah perairan, dengan menguji koordinasi dan respons terpadu dalam menghadapi situasi bencana berskala besar.
Skenario latihan meliputi pencarian dan pertolongan, evakuasi dan penanganan medis, penanganan krisis kimia, biologi dan radiologi, hingga pemulihan infrastruktur vital.
Aspek keamanan siber juga diuji untuk memperkuat perlindungan sistem informasi dan integritas data dalam mendukung respons bencana multinasional.
Sebagai Komandan Latihan, Danrem 064/MY bersama unsur terkait memastikan rangkaian kegiatan di wilayah Banten berjalan sesuai skenario, dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor dan kesiapan seluruh unsur yang terlibat.
Tidak hanya menguji kemampuan dan interoperabilitas antarnegara, XTR 2026 juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Banten melalui kegiatan pelayanan kesehatan, bakti sosial dan perbaikan fasilitas umum.
Pelaksanaan XTR 2026 menjadi bagian dari kerja sama praktis negara-negara ASEAN dan Plus dalam memperkuath kemampuan bersama menghadapi situasi darurat dan bencana, sekaligus memperkuat koordinasi serta kepercayaan antarnegara peserta.()



