Karo, Kabareformasi.com – Maraknya aksi tawuran remaja dan pelajar di Kabupaten Karo yang semakin meresahkan sehingga mendapat perhatian serius dari para, Pengamat Sosial, Anggota DPRD Karo, Tokoh pendidikan, karena Fenomena ini dinilai bukan lagi sekadar “kenakalan remaja” biasa, melainkan sudah menjurus ke arah kriminalitas, Senin, ( 27/04/2026).
Seperti beberapa bulan lalu saat pergantian tahun 2025 – 2026 ada korban salah sasaran penganiyayaan saat tawuran yang berujung maut di Sekitar Tugu Bambu Runcing Kabanjahe, dan di desa Tigapanah – Mulawari juga ada warga salah sasaran yang terkena senjata tajam akibat tawuran kelompok remaja, juga dua hari yang lalu terdengar kabar kericuhan di Tongging yang melibatkan beberapa kelompok siswa pelajar dan warga setempat. Banyak lagi tawuran yang terjadi di beberapa titik di kabupaten karo yang tak terhitung.
Anggota DPRD Karo Raja Edward Sebayang Anggota komisi A yang juga merupakan salah satu mitra kerjanya dinas pendidikan menyampaikan ” Sebagai salah satu hal penting untuk pencegahan tawuran merasa sudah saatnya sekolah di Kab. Karo memulai mata pelajaran adab atau akhlak sejak dini supaya anak – anak lebih beradap dan berakhlak untuk menghindari hal – hal yang negatif seperti tawuran, bolos saat mata pelajaran berlangsung. Karena saat ini sudah mulai kompetisi antar manusia, siapa yang tidak punya SDM ( Sumber Daya Manusia) sudah pasti ketinggalan dari semua bidang, Ujarnya.
Sambung Raja E Sebayang Selaku anggota Komisi A DPRD Karo, Kita bicara secara umum ya, guru – guru juga harus lebih aktif karena ada info banyak sekolah yang membiarkan guru honor yang mengajar. Sudah saatnya kita peduli pendidikan supaya kita tidak ketinggalan dengan daerah – daerah lain ujar Anggota DPR Karo dari Partai PDI Perjuangan.
Kepala Sekolah SMA N 2 Kabanjahe Jasahat Saragih menyampaikan, saya kira kita perlu meningkatkan didikan yang telaten tentang akhlak dan moral terutama di dalam keluarga juga kerja sama dari semua pihak dalam hal membimbing anak – anak ( Pelajar) ke arah yang lebih khususnya etika dan moral. Kedepannya kita akan undang/ Himbau orang tua / wali agar berkolaborasi dengan pihak sekolah dalam mengawasi dan mengontrol anak agar masuk kedalam lingkungan yang positif ujarnya.
Ramli Milala SPd warga Kec. Lau Baleng Kab Karo salah satu pemerhati sosial menyampaikan bahwa Tawuran kini tidak hanya merusak fisik pelakunya, tetapi juga menimbulkan trauma (PTSD) dan mengganggu ketertiban umum , maka dari itu kita harus menjaga diri kita, keluarga dan lingkungan kita. Tapi kita tahu bukan semua anak/ pelajar yang seperti itu masih banyak sekali yang tidak ikut – ikutan tutupnya saat di konfirmasi pada Senin, (27/04/2026). (Pmg)



