Malingping,Kabarreformasi.com – Jasa Raharja kembali berinovasi dalam menjangkau masyarakat dengan metode penyebaran informasi yang berbeda dari biasanya. Kali ini, petugas tidak lagi sekadar membagikan flyer dari tangan ke tangan, melainkan memasang hang tag (gantungan informasi) pada kendaraan yang terparkir di area parkir umum sekitar Alun-alun Malingping.
Langkah ini dilakukan Senin (20/4) dengan sasaran khusus, yaitu kendaraan-kendaraan yang teridentifikasi mati pajak atau belum memperpanjang kewajiban Samsak-nya. Harapannya, para pemilik kendaraan yang menemukan hang tag di spion atau setir kendaraannya akan tergerak untuk memanfaatkan promo undian menarik yang sedang berlangsung.
Willdan Hidayatullah, petugas Jasa Raharja yang memimpin langsung aksi pemasangan hang tag, menjelaskan bahwa metode ini dipilih karena efektif menyasar pemilik kendaraan yang mungkin jarang mendapat informasi langsung. “Kami secara sengaja memilih kendaraan yang pajaknya mati.
Kami lihat dari stiker TNKB atau ciri fisik lainnya. Lalu kami gantungkan hang tag yang berisi info promo undian emas 14 gram untuk 7 orang pemenang, plus motor, kulkas, voucher, dan berbagai hadiah menarik,” ujar Willdan di sela-sela kegiatannya. Menurutnya, program ini menjadi kesempatan emas bagi mereka yang ingin menebus kewajiban sekaligus berpeluang membawa pulang hadiah utama.
Kegiatan pemasangan hang tag ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Tim Pembina Samsat Malingping dalam menyebarkan informasi publik secara masif. Jasa Raharja turut ambil bagian dengan turun langsung ke lapangan melalui pelaksanaan program SIGAP CRM (Sistem Informasi Gawat Darurat dan Pelayanan Customer Relationship Management). “Kami tidak berjalan sendiri. Ini bersamaan dengan kegiatan-kegiatan lain dari Tim Pembina Samsat.
Jadi sekali turun, kami bisa menjalankan beberapa fungsi sekaligus: sosialisasi, pendataan, dan pendekatan humanis kepada masyarakat,” tambah Willdan. Pendekatan ini dinilai lebih terstruktur dan tepat sasaran.
Pemilihan area parkir umum di sekitar Alun-alun Malingping didasari tingginya volume kendaraan yang parkir setiap hari, mulai dari pengunjung pasar, pegawai toko, hingga warga yang berekreasi. Dengan memasang hang tag, pesan promosi dan imbauan membayar pajak dapat “menunggu” pemilik kendaraan tanpa harus bertemu langsung. “Metode ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat, tapi tetap efektif.
Begitu pemilik kendaraan kembali dan melihat gantungan di spion, mereka langsung membaca. Banyak yang lalu menghubungi kami atau datang ke Samsat,” ungkap Willdan. Respon awal dari warga yang ditemui terbilang positif karena informasi hadiah undian dinilai cukup menggiurkan.
Ke depan, Tim Pembina Samsat Malingping bersama Jasa Raharja berkomitmen untuk terus menggeliatkan sosialisasi dengan berbagai metode kreatif, termasuk pemasangan hang tag di titik-titik parkir strategis lainnya. Willdan berharap masyarakat yang mendapatkan hang tag tidak membuangnya begitu saja, melainkan memanfaatkan promo sebelum batas waktu undian berakhir.
“Kami siap melayani. Hang tag ini bukan sekadar gantungan biasa, tapi undangan untuk ikut program undian dan menyelesaikan kewajiban dengan kejutan manis. Siapa tahu pemilik motor yang parkir di Alun-alun kemarin adalah pemenang emas 14 gram berikutnya,” tutup Willdan optimistis. Aksi serupa akan terus digalakkan di lokasi parkir umum lainnya di wilayah Malingping dan sekitarnya.(Ir)



