SERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Serang hingga saat ini terus berupaya menyelesaikan permasalahan sanitasi, khususnya dalam memperkuat program Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (Desa SBS).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dari total 326 desa yang ada, hingga November 2025 baru 229 desa atau sekitar 70,24 persen yang telah dinyatakan sebagai Desa Stop BABS. Artinya, masih terdapat 97 desa yang masyarakatnya masih memiliki perilaku buang air besar sembarangan, seperti di kali, sawah, sungai, kebun, selokan, dan lokasi terbuka lainnya.
Subkoordinator Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, H. Maman Karyuman, S.Kep., menyampaikan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk mempercepat pencapaian desa bebas BABS di wilayah Kabupaten Serang.
“Upaya yang kami lakukan antara lain melalui pemicuan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), kampanye higiene sanitasi, pembuatan percontohan jamban sederhana, percepatan Desa Stop BABS, serta verifikasi Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan,” ujarnya. Kamis, (18/12/25).
Ia menjelaskan, kegiatan STBM menjadi fokus utama karena permasalahan sanitasi sangat berkaitan erat dengan munculnya berbagai penyakit berbasis lingkungan. Penyakit seperti diare, kolera, dan tifus masih berpotensi muncul akibat sanitasi yang buruk, bahkan kondisi ini dapat menjadi penyebab tidak langsung terjadinya gangguan stunting pada anak.
“Kegiatan STBM masih terus kami upayakan karena sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang menargetkan pada akhir Desember 2025 sebanyak 32 desa akan dilakukan verifikasi Desa Stop BABS. Dengan capaian tersebut, diharapkan persentase Desa Stop BABS di Kabupaten Serang dapat meningkat menjadi 80,06 persen atau setara dengan 261 desa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Serang juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, serta lintas sektor terkait untuk bersama-sama mendukung percepatan terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. (Adv)



