SEMARANG,Kabarreformasi.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen melakukan penguatan pembangunan keluarga di wilayahnya, melalui berbagai program. Hal itu dilakukan dengan mengimplementasikan program prioritas nasional berupa Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Sekadar informasi, Bangga Kencana merupakan program nasional yang meliputi, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Super Apps.
Program Genting, diimplementasikan melalui Penguatan Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga), advokasi dan ngopi penak (webinar seputar keluarga). Program Tamasya diimplementasikan melalui Kabupaten/ Kota Layak Anak, Forum Anak, SE Gubernur tentang Penyediaan Tempat Penitipan Anak Pekerja/Buruh Nomor 560/0002599 Tahun 2024, sekolah ramah anak, dan advokasi pengasuhan positif pada tempat penitipan anak.
Sedangkan Program GATI didukung melalui Garpu Perak, SE Gubernur tentang Gerakan SatuJamku, Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) dan Kampanye He For She. Pada program Sidaya, Pemprov Jateng memiliki terobosan Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Sedangkan program Super Apps diwujudkan dalam aplikasi berbasis internet.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, melalui Program Bangga Kencana, dia mengajak agar masyarakat kembali ke keluarga. Sebab, saat ini banyak anak-anak ketika menghadapi masalah justru curhat ke kecerdasan buatan (AI).
“Ternyata banyak curhatnya ke teman ke AI. Tidak ke keluarga, tidak ke bapak/ibu. Ini kita prihatin,” ucapnya, saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026, di Grhadika Bakti Praja Semarang, Selasa (14/4/2026).
Menurut Sumarno, rapat koordinasi strategi tersebut untuk menentukan langkah dalam membangun keluarga yang kuat, sejahtera, dan dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Pada momen tersebut, Sumarno mengajak keluarganya untuk berkumpul, meletakkan gadget, dan ngobrol bersama. Hal itu sangat penting sebagai upaya membangun keluarga yang sehat.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi mengatakan, rakor bertujuan untuk mendorong implementasi program prioritas BKKBN, sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga.
“Program Kelima prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah,” ujarnya.
Pada acara ini, Sumarno juga menyerahkan tiga penghargaan dalam program kependudukan dan keluarga yang diraih oleh Kota Surakarta dan Kabupaten Temanggung. Serta satu penghargaan kepada peserta terbaik program Tamasya, dari Kabupaten Klaten.(Red)



