SERANG KOTA,Kabarreformasi.com – Pemerintah Kota Serang memasang target ambisius pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Banten tahun 2026. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menargetkan kafilah Kota Serang mampu merebut gelar Juara Umum dengan mengandalkan potensi asli daerah.
Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, Pemkot Serang menyiapkan bonus sebesar Rp300 juta yang akan dialokasikan melalui APBD Perubahan.
Dana tersebut disiapkan untuk memberikan apresiasi kepada peserta berprestasi sekaligus memastikan tidak ada lagi keterlambatan pembayaran bonus maupun honor dewan juri seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Budi Rustandi menegaskan bahwa seluruh peserta yang mewakili Kota Serang harus benar-benar berasal dari daerah sendiri, bukan peserta cabutan dari luar wilayah demi mengejar kemenangan instan.
“Saya maunya apa pun juara yang kita dapat, harus dari warga Kota Serang asli. Rasanya lebih menyentuh hati dan membanggakan,” ujar Budi Rustandi dalam keterangannya, Senin 11 Mei 2026.
Menurutnya, penggunaan anggaran daerah akan lebih tepat sasaran apabila diprioritaskan untuk membina masyarakat lokal yang memiliki potensi dan kemampuan di bidang keagamaan.
“Penggunaan anggaran APBD pun tidak akan sia-sia jika kita berikan untuk membina warga sendiri,” katanya.
Selain fokus pada target prestasi, Pemkot Serang juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola anggaran MTQ. Budi memastikan mekanisme pencairan bonus dan honor juri kali ini akan lebih transparan serta tepat waktu.
“Kita prepare agar tidak ada lagi alasan duitnya tidak ada atau telat bayar. Kita belajar dari hasil tahun-tahun kemarin,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kota Serang, KH Fathullah, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki Kota Serang. Ia menilai banyak pesantren di Kota Serang memiliki santri berkualitas yang layak bersaing di tingkat provinsi.
Saat ini, LPTQ Kota Serang tengah menjalankan program pembinaan full day yang meliputi proses rekrutmen peserta hingga validasi administrasi.
Mengingat pendaftaran MTQ Provinsi Banten akan dibuka pada awal Juni, proses screening terhadap peserta senior terus dipercepat.
“Yang hadir saat ini bukan pemain baru, melainkan mereka yang sudah biasa diadu di berbagai perlombaan. Tugas kami adalah memantapkan kembali dan memilih yang terbaik di antara yang baik,” jelas KH Fathullah.
Terkait persaingan di MTQ Provinsi Banten, KH Fathullah menyebut Kabupaten Tangerang sebagai lawan terberat. Menurutnya, kekuatan anggaran yang dimiliki daerah tersebut menjadi salah satu faktor dominasi dalam perlombaan.
Untuk mendukung target juara umum, Kota Serang juga berencana mengirimkan sekitar delapan orang dewan juri guna mengawal penilaian pada 10 cabang lomba, mulai dari Tahfiz, Tilawah, hingga Tafsir.(Ir)



