KOTA SERANG,Kabarreformasi.com — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat karakter peserta didik di Kota Serang mendapat energi baru melalui kehadiran Teach First Indonesia (TFI). Sebanyak 14 guru muda atau Fellow dari berbagai daerah di Indonesia kini ditempatkan di sejumlah sekolah yang membutuhkan penguatan tenaga pendidik, khususnya di wilayah pinggiran Kota Serang.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Kepemimpinan Teach First Indonesia, yang merekrut dan mempersiapkan generasi muda potensial untuk mengajar selama dua tahun di daerah yang menghadapi tantangan dan ketimpangan akses pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan para Fellow yang ditempatkan di Kota Serang merupakan talenta muda yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin masa depan.
Menurutnya, kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengisi kebutuhan guru, tetapi juga membawa pengalaman, gagasan, dan praktik pembelajaran baru ke lingkungan sekolah.
“Dari seluruh nusantara, guru-guru ini memang digodok dan memiliki talenta sebagai calon pemimpin masa depan. Dalam istilah Teach First Indonesia, mereka disebut Fellow, yaitu guru-guru yang dikirimkan ke Kota Serang,” ujar Ahmad Nuri, saat ditemui di Setda, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, Kota Serang menjadi salah satu daerah terpilih dalam program tersebut setelah adanya kerja sama antara Pemerintah Kota Serang dengan TFI yang dituangkan melalui nota kesepahaman (MoU) pada Desember tahun lalu.
Saat ini, para Fellow telah mulai mengajar di 14 sekolah, terutama di wilayah Kasemen, Serang, dan sejumlah sekolah di kawasan pinggiran, termasuk Gempolan dan Karang Ratu.
“Alhamdulillah, Kota Serang menjadi daerah terpilih dari organisasi internasional ini untuk mencerdaskan anak bangsa. Prosesnya sekarang sudah berjalan dan mereka sudah mengajar di beberapa sekolah,” katanya.
Ahmad Nuri menyebut para Fellow akan mengabdi selama dua tahun. Selain mengajar mata pelajaran, mereka juga menjalankan peran sebagai wali kelas, khususnya pada jenjang sekolah dasar.
Kehadiran mereka diharapkan tidak berhenti pada aktivitas transfer pengetahuan di ruang kelas. Lebih jauh, para Fellow diharapkan mampu membangun karakter, meningkatkan motivasi belajar, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif.
“Saya meyakini betul dengan adanya Teach First Indonesia ini menambah energi baru bagi Kota Serang, khususnya di bidang pendidikan, dalam rangka mempercepat Kota Serang yang cerdas, berbudi, dan peduli,” ujarnya.
Pemerintah Kota Serang, lanjut Ahmad, juga telah menyiapkan tempat tinggal bagi para Fellow selama menjalankan tugasnya di Kota Serang selama dua tahun.
Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program penguatan kualitas pendidikan sekaligus upaya menciptakan ekosistem yang mendukung para guru muda tersebut agar dapat bekerja secara optimal.
Menurut Ahmad Nuri, salah satu nilai penting dari program TFI adalah pengalaman para Fellow yang sebelumnya telah berinteraksi dengan berbagai persoalan pendidikan di daerah lain.
Sebagian dari mereka pernah ditempatkan di Papua, Sulawesi Tengah, Ambon, dan sejumlah wilayah lainnya. Pengalaman tersebut diharapkan dapat dibawa ke sekolah-sekolah di Kota Serang untuk memperkaya metode pembelajaran.
“Mereka sudah ada yang dikirim ke Papua, Sulawesi Tengah, Ambon. Mereka ternyata menciptakan perubahan dan meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar yang baik,” tuturnya.
Praktik-praktik baik tersebut nantinya diharapkan tidak hanya diterapkan secara individual oleh para Fellow, tetapi juga dapat dibagikan kepada guru-guru lain di satuan pendidikan.
“Harapannya mereka melakukan praktik-praktik baik dan mengonsolidasikan guru-guru yang ada di satuan pendidikan. Mereka terus melakukan pendekatan-pendekatan yang fresh di sana,” katanya.
Dampak kehadiran Fellow juga diharapkan menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni motivasi siswa untuk tetap bersekolah.
Ahmad mencontohkan adanya pengalaman ketika seorang siswa yang sebelumnya enggan bersekolah kemudian mulai kembali memiliki semangat setelah guru melakukan pendekatan langsung dan mengunjungi kediamannya.
Menurutnya, pendekatan seperti itu menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga memahami kondisi sosial dan emosional siswa.
“Ketika ada murid yang tadinya tidak mau sekolah, kemudian guru datang melakukan visit ke rumahnya dan mengajak kembali bersekolah. Ini yang penting, menambah kegairahan mereka,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dinilai relevan terutama di tingkat sekolah dasar, ketika pembentukan karakter, kebiasaan belajar, dan rasa percaya diri anak masih berkembang secara intensif.
Program Teach First Indonesia sendiri memiliki jaringan pengembangan kepemimpinan pendidikan yang bersifat global. Di Indonesia, Kota Serang menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk pelaksanaan program tersebut.
Ahmad menilai terpilihnya Kota Serang tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia.
Menurutnya, Pemerintah Kota Serang memberikan ruang terbuka bagi kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.
“Ketika mereka datang kepada kita, langsung kita sambut dan diterima. Kita fasilitasi, bahkan kita menganggarkan untuk tempat tinggal mereka. Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota Serang terhadap organisasi TFI dalam rangka mendukung guru-guru yang sekarang mengajar di Kota Serang,” katanya.
Lebih jauh, Ahmad berharap keberadaan 14 Fellow tersebut dapat memberikan dampak yang terukur terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar.
Ia berharap selama dua tahun masa penugasan, perubahan dapat terlihat melalui proses pembelajaran di kelas, keterlibatan siswa, metode mengajar, hingga perkembangan kemampuan akademik dan karakter peserta didik.
“Nah, harapan saya agar mutu pendidikan di jenjang SD ini semakin lama semakin berkualitas. Itu output yang bisa dicapai. Misalkan mereka mengajar di kelas 4 atau kelas 6, akan terlihat selama dua tahun ini bagaimana proses perkembangan mutu pendidikan di sana,” jelasnya.
Para Fellow yang ditempatkan di Kota Serang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Medan, Bandung, Solo, dan sejumlah provinsi lainnya.
Menariknya, para guru tersebut mengikuti program secara sukarela. Untuk kesejahteraan dan gaji bulanan, seluruhnya disiapkan oleh Teach First Indonesia, sementara Pemerintah Kota Serang memberikan dukungan berupa fasilitas tempat tinggal dan kebutuhan penunjang lainnya.
“Untuk gajinya disiapkan oleh TFI. Kita hanya menyiapkan tempat, termasuk tempat kos dan fasilitas sekolah. Kesejahteraan mereka ada di TFI,” kata Ahmad.
Di tengah keterbatasan jumlah guru yang masih dihadapi Kota Serang, kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat proses pembelajaran sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpendidik.
“Di tengah kita kekurangan guru, TFI mengirimkan guru untuk memberikan proses pengajaran di kelas dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.
Perlu disampaikan Kehadiran para Fellow selama dua tahun ke depan pun menjadi momentum penting bagi sekolah-sekolah di wilayah pinggiran Kota Serang. Bukan hanya untuk menghadirkan tambahan tenaga pengajar, tetapi juga untuk menumbuhkan budaya belajar baru, memperkuat karakter siswa, serta memperluas praktik baik yang pada akhirnya diharapkan meninggalkan dampak jangka panjang bagi kualitas pendidikan Kota Serang.(Ir)



