SERANG KOTA,Kabarreformasi.com – Pemerintah Kota Serang membuka ruang dialog langsung dengan mahasiswa dalam sarasehan memperingati Hari Jadi ke-19 Kota Serang.
Forum tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan terkait pembangunan daerah secara langsung kepada pemerintah.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan keterlibatan mahasiswa dan masyarakat diperlukan agar pembangunan Kota Serang tidak hanya berjalan dari sisi pemerintah, tetapi juga mendapat pengawasan dan masukan dari publik.
Hal itu disampaikan Budi dalam sarasehan HUT ke-19 Kota Serang yang digelar di Teater Koffie, Kampung Katulisan, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin 10 Agustus 2026.
Budi menyebut forum dialog dengan mahasiswa tersebut sebagai langkah untuk membangun pola komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
“Saya rasa ini baru pertama kali di Kota Serang, betul? Di HUT Kota Serang, pemerintah memfasilitasi teman-teman mahasiswa untuk menyalurkan aspirasinya, berdiskusi dengan pemerintah, dan membantu saya dalam pengawasan pembangunan di Kota Serang,” ujar Budi.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki posisi sebagai penyampai aspirasi, tetapi juga dapat berperan dalam mengawal kebijakan dan pembangunan yang dijalankan Pemkot Serang.
Budi berharap masukan yang disampaikan dalam forum tersebut dapat menjadi bahan pembahasan pemerintah apabila berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
“Hari ini alhamdulillah, kami, pemerintah memfasilitasi agar kita mulai menyampaikan aspirasinya secara dewasa, secara terarah,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan Kota Serang.
“Tanpa ada teman-teman mahasiswa, tanpa ada dukungan dari masyarakat, Kota Serang saya rasa jauh daripada kesuksesan,” tegasnya.
OPD dan DPRD Hadir untuk Tanggapi Aspirasi
Budi juga menyiapkan forum tersebut sebagai ruang pertemuan antara mahasiswa dengan organisasi perangkat daerah (OPD) serta DPRD Kota Serang.
Ia mengatakan keberadaan OPD dan DPRD dalam sarasehan memungkinkan mahasiswa menyampaikan pertanyaan dan masukan langsung kepada pihak yang berkaitan dengan kebijakan maupun pengawasan pemerintahan.
“Nanti di sini hadir nih, semua OPD yang ada di Kota Serang. Di sini ada DPRD juga yang mewakili, lengkap ya,” ujarnya.
Menurut Budi, DPRD memiliki fungsi penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan sehingga kehadiran lembaga tersebut dalam forum dapat memperluas ruang dialog publik.
“Ada DPRD-nya juga, bagian daripada lembaga yang mengawasi Pemerintah Kota Serang,” katanya.
Budi Rustandi menegaskan, komunikasi antara mahasiswa, pemerintah dan DPRD diharapkan tidak berhenti pada forum sarasehan, tetapi dapat berlanjut dalam pengawalan pembangunan.
“Ini semua demi keberlangsungan, keberlanjutan pembangunan yang ada di Kota Serang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan salah satu perubahan pola pelayanan yang menurutnya telah dilakukan bersama Wakil Wali Kota Serang Agis Nur Aulia.
Ia mencontohkan penanganan rumah warga yang roboh. Menurut Budi, sebelumnya warga harus menunggu hingga satu tahun untuk mendapatkan anggaran pembangunan kembali rumah tersebut.
“Dulu, rumah roboh itu harus menunggu satu tahun baru diberikan anggarannya untuk pembangunan. Di era Budi dan Agis, itu langsung, saya sendiri yang menyerahkan,” kata Budi.
Ia menyebut perubahan pola tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan kebijakan yang berbeda dari pola sebelumnya.
“Pola-pola ini kita lakukan, karena saya suka melakukan hal yang tidak biasa agar hasilnya luar biasa,” ujarnya.
Budi kemudian mengajak mahasiswa memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
Ia berharap diskusi yang digelar dalam rangka HUT ke-19 Kota Serang itu menghasilkan masukan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Semoga apa yang kita diskusikan hari ini bisa menghasilkan output kebijakan yang baik dan pro terhadap masyarakat,” pungkasnya.(Ir)



