KABUPATEN TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Jambore Kader Kesehatan 2025 di Bumi Perkemahan Kitri Bhakti, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penguatan kapasitas, peningkatan keterampilan teknis, hingga memperkuat solidaritas antar kader posyandu dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS, yang menegaskan bahwa jambore ini menjadi sarana menyatukan komitmen kader dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masyarakat.
Menurut dr. Hendra, kader posyandu memiliki peran besar dalam mendukung pencapaian prioritas pembangunan kesehatan, mulai dari pencegahan penyakit, edukasi masyarakat, hingga mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
“Jambore kader ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, kebersamaan, serta motivasi kader dalam menjalankan tugas di lapangan. Tahun ini jumlah kader mencapai 11.925 orang, dengan peserta aktif sekitar 11 persen. Kami berharap kegiatan ini menambah semangat dan kompetensi mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peserta jambore terdiri dari 357 orang, yang mencakup Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang, ketua pembina posyandu kecamatan, kepala puskesmas, penanggung jawab kesehatan, hingga ratusan kader posyandu dari berbagai wilayah.
Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti materi dari empat narasumber lintas instansi, senam bersama, serta sejumlah lomba penyuluhan kesehatan. Jambore juga menjadi wadah evaluasi pelaksanaan 25 keterampilan dasar kader posyandu yang telah dilatih melalui puskesmas di Kabupaten Tangerang.
“Kami berharap pengetahuan kader semakin meningkat, koordinasi semakin kuat, dan motivasi untuk mengabdi di tengah masyarakat semakin besar,” tambah dr. Hendra.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kader yang hadir. Ia menegaskan komitmen PKK dalam mendukung transformasi posyandu menjadi Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal).
“Posyandu kini telah bertransformasi dengan enam sistem pelayanan. Ini bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga menyangkut pendidikan, lingkungan, infrastruktur dasar, ketertiban, hingga layanan sosial. Kader memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah desa dan kelurahan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat,” katanya.
Rismawati juga memperkenalkan salah satu kader berprestasi tingkat provinsi dan nasional yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk motivasi bagi kader lainnya.
Menurutnya, keberadaan kader sangat penting dalam memberikan layanan kepada masyarakat, mulai dari pemantauan ibu hamil, remaja, balita, lansia, edukasi kesehatan, hingga membantu pendataan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.
“Semoga para kader semakin semangat, tidak mudah menyerah, dan terus menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat. Posyandu 6 SPM ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan warga, sehingga Tangerang semakin sehat, cerdas, dan gemilang,” tutur Rismawati.
Ia juga menegaskan bahwa dengan penguatan peran kader, setiap keluhan masyarakat dapat ditangani lebih cepat dan tepat, sejalan dengan visi pelayanan dasar yang merata dan berkualitas. (Adv)



