SERANG – Memasuki usia ke-19, Pemerintah Kota Serang terus memperkuat pembangunan melalui kolaborasi dengan DPRD, dunia usaha dan masyarakat.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, keterbatasan APBD tidak boleh menjadi hambatan bagi pembangunan. Pemerintah dituntut berinovasi dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak.
“Di tengah efisiensi APBD yang sangat kecil dan terbatas, pemerintah harus berinovasi. Kita harus pandai menjalin komunikasi dan bersinergi dengan pihak swasta agar beban APBD kita lebih ringan,” ujar Budi dalam Sidang Paripurna Hari Jadi Kota Serang ke-19 di DPRD Kota Serang, Senin (10/8/2026).
Salah satu bentuk kolaborasi diwujudkan melalui dukungan pihak swasta dalam betonisasi Jalan Pakupatan–Bendung menggunakan pendanaan non-APBD.
Selain infrastruktur, Pemkot Serang juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Kota Serang Fair. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi bagi UMKM dan ekonomi kreatif, dengan penyelenggaraan sebelumnya mencatat lebih dari 383 ribu pengunjung dan transaksi mencapai Rp11,3 miliar.
Budi menegaskan, pembangunan Kota Serang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar berbagai program dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman menegaskan DPRD akan terus menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan untuk mengawal pembangunan.
“Kita berharap di usia ke-19 ini Kota Serang semakin maju. DPRD akan terus mengawal kebijakan pembangunan dan memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama,” kata Muji.
Momentum HUT ke-19 menjadi refleksi bagi Pemkot Serang untuk mempertahankan capaian sekaligus memperkuat kolaborasi demi pembangunan yang semakin merata dan bermanfaat bagi masyarakat. (Adv)



