SERANG – Musibah yang menyebabkan rumahnya roboh sempat membuat Nani Kusnayati (58) kehilangan tempat tinggal. Namun, harapan untuk kembali memiliki rumah layak kini tumbuh setelah mendapat bantuan pembangunan rumah sebesar Rp30 juta dari Wali Kota Serang Budi Rustandi.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang terdampak musibah sekaligus salah satu pemanfaatan Biaya Penunjang Operasional (BPO) Wali Kota untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Insyaallah bantuan ini bisa segera digunakan untuk membangun kembali rumah mereka,” kata Budi.
Menurut Budi, penggunaan BPO tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan operasional, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu masyarakat dalam kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian langsung.
“Selama ini mungkin ada yang mempertanyakan penggunaan BPO Wali Kota. Nah, bantuan seperti inilah salah satu bentuk pemanfaatannya agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Bagi Nani, bantuan tersebut memiliki arti besar. Rumah yang roboh beberapa bulan lalu merupakan tempat tinggal yang dibangun dari hasil kerja kerasnya selama menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Brunei Darussalam dan Malaysia.
“Alhamdulillah saya diberi bantuan Rp30 juta untuk bedah rumah. Saya sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Wali Kota,” ungkap Nani.
Nani menuturkan, rumahnya roboh setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang. Saat kejadian, ia sedang berada di rumah kerabat di kawasan Kramatwatu sehingga terhindar dari musibah.
Sebagian barang miliknya ikut tertimbun reruntuhan. Meski demikian, sejumlah barang masih berhasil diselamatkan.
Kini, bantuan tersebut menjadi modal bagi Nani untuk kembali membangun rumahnya. Ia berharap proses pembangunan dapat segera dilakukan sehingga dirinya bersama keluarga dapat kembali tinggal di rumah yang aman dan layak.
Bantuan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program pembangunan berskala besar, tetapi juga melalui dukungan langsung kepada warga yang menghadapi musibah.
Bagi Nani, bantuan Rp30 juta tersebut bukan sekadar materi, melainkan kesempatan untuk kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah kehilangan rumahnya. (Adv)



